Tradisi "Kupatan" di Trenggalek Ditiadakan, Demi Cegah Penyebaran Covid-19

Tradisi "Kupatan" di Trenggalek Ditiadakan, Demi Cegah Penyebaran Covid-19
Peristiwa Daerah
Caption : Bupati Trenggalek (tengah) saat menggelar konferensi pers

TRENGGALEK - "Kupatan" yang menjadi tradisi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang biasanya di gelar setelah hari raya Idul Fitri, pada tahun 2020 M atau 1441 H ini dipastikan ditiadakan. 

"Kami meminta maaf kepada semua masyarakat, dengan terpaksa meniadakan tradisi "Kupatan" di tahun ini," ucap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, Sabtu (30/5/2020).

Lanjut Arfin, hal itu mengingat adanya kondisi pandemi dan demi mencegah penularan virus corona. 

Sebagai gantinya, Gus Ipin menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah paket ketupat yang bisa diakses dari rumah melalui platform ojek online lokal Bloojek.

Gus Ipin juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Meskipun kondisi new normal itu diberlakukan sekalipun, kewaspadaan terhadap pandemi tidak boleh dikendurkan.

"Kita meminta semua gugus tugas yang ada di Checkpoint lebih meningkatkan kewaspadaan mengingat adanya penambahan pasien baru ini," pintanya.

Bupati muda tersebut juga mengapresiasi baik atas partisipasi masyarakat yang peduli dan melaporkan kejadian di sekitar untuk segera melaporkan kepada gugus tugas yang ada. 

Hal ini sangat membantu kerja gugus tugas sekaligus meminimalisir penyebaran Covid 19. Mengingat bahwa seluruh kasus positif Covid-19 yang ada di Trenggalek merupakan transmisi dari luar.

"Meskipun lebaran sudah terlewat, kita menghimbau kepada masyarakat di perantuan untuk tetap menunda mudik, guna mengurangi resiko penyebaran," pungkasnya.


Kontributor : Rudi Yuni
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar